Cara Jitu mendapatkan Nilai UN tinggi

Adik2 yang duduk di bangku kelas 9 SMP dan Kelas 12 SMA, sebentar lagi UN akan dilaksanakan. pasti donk… kalian ingin lulus,, sukses dan kalo boleh mendapatkan nilai tinggi.
ada 7 kunci sukses meraih nilai UN tinggi
1. Mulailah dengan belajar lebih giat
2. Belajarlah dan perbanyak mengerjakan soal2 UN tahun sebelumnya
3. Jangan pernah melupakan TRY OUT UN ada bimbingan belajar seperti Ganesha Operation yang menawarkan Try Out gratis.
4. Kupas tuntas analisa hasil Try Out UN setelah Try Out dilaksanakan bahaslah hasilnya dan perdalam pada soal -soal yang   bermasalah
5. Pelajarilah tips mengerjakan soal-soal susah tetapi sering keluar di UN
6.Konsumsilah makanan bergizi dan istirahtlah secukupnya
7. Untuk sukses perlu proses dan kerja keras
Demikian caranya, selamat mencoba

Continue reading Cara Jitu mendapatkan Nilai UN tinggi

Pembelajaran IPA dengan HOTS

Pembelajaran IPA dengan HOTS

Higher Order Thinking Skills” (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi    dibagi menjadi empat kelompok, yaitu pemecahan masalah, membuat keputusan, berpikir kritis, dan berpikir kreatif (Presseisen dalam Costa, 1985). Dalam pembentukan sistem konseptual IPA, proses berpikir tingkat tinggi yang biasa    digunakan adalah berpikir kritis.Keterampilan berpikir kritis sangat diperlukan pada zaman perkembangan IPTEK sekarang ini, sebab saat ini selain hasil-hasil IPTEK yang dapat dinikmati, ternyata timbul beberapa dampak yang membuat masalah bagi manusia dan lingkungannya. Para peneliti pendidikan menjelaskan bahwa belajar  berpikir kritis tidak langsung seperti belajar suatu materi pada umumnya, tetapi belajar bagaimana cara mengkaitkan berpikir kritis secara efektif dalam dirinya (Beyer dalam Costa,1985). Maksudnya masing-masing keterampilan berpikir kritis digunakan untuk memecahkan masalah yang saling berkaitan satu sama lain.

Indikator keterampilan berpikir kritis dibagi menjadi lima kelompok (Ennis dalam Costa, 1985), yaitu memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan lebih lanjut serta mengatur strategi dan taktik.  Keterampilan pada kelima kelompok berpikir kritis ini dirinci lagi sebagai berikut. Memberikan penjelasan sederhana terdiri atas keterampilan memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, bertanya dan menjawab pertanyaan.Membangun keterampilan dasar terdiri atas menyesuaikan dengan sumber, mengamati dan melaporkan hasil observasi. Menyimpulkan terdiri atas keterampilan mempertimbangkan kesimpulan, melakukan generalisasi dan melakukan evaluasi.  Membuat penjelasan  lanjut terdiri atas mengartikan istilah dan membuat definisi.  Mengatur strategi dan taktik terdiri atas menentukan suatu tindakan dan berinteraksi dengan orang lain dan berkomunikasi.

Keterampilan berpikir peserta didik dapat dilatihkan melalui berbagai kegiatan diantara nya adalah peserta didik diberikan suatu masalah dalam bentuk soal tes yang bervariasi. Ada berbagai konsep dan contoh keterampilan berpikir yang dikembangkan oleh para ahli pendidikan.Keterampilan berpikir yang dikembangkan dan bentuk pertanyaannya menurut Linn dan Gronlund adalah seperti tertera pada Tabel 2.1.

Tabel 1 Keterampilan Berpikir dan Bentuk Pertanyaannya

No Keterampilan Berpikir Bentuk Pertanyaan
1 Membandingkan –        Apa persamaan dan perbedaan antara …    dan…

–        Bandingkan dua cara berikut tentang ….

2 Hubungan sebab-akibat –        Apa penyebab utama …

–        Apa akibat …

3 Memberi alasan (justifying) –        Manakah pilihan berikut yang kamu pilih,  mengapa?

–        Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan   pernyataan tentang ….

4 Meringkas –        Tuliskan pernyataan penting yang termasuk …

–        Ringkaslah dengan tepat isi …

5 Menyimpulkan –        Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ….

–        Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ….

6 Berpendapat (inferring) –        Berdasarkan …, apa yang akan terjadi bila

–        Apa reaksi A terhadap …

7 Mengelompokkan –        Kelompokkan hal berikut berdasarkan ….

–        Apakah hal berikut memiliki …

8 Menciptakan –        Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ….

–        Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila ….

9 Menerapkan –        Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ….

–        Tuliskan … dengan menggunakan pedoman….

10 Analisis –        Manakah penulisan yang salah pada paragraf ….

–        Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama .

11 Sintesis –        Tuliskan satu rencana untuk pembuktian …

–        Tuliskan sebuah laporan …

12 Evaluasi –        Apakah kelebihan dan kelemahan ….

–        Berdasarkan kriteria …, tuliskanlah evaluasi tentang..

  1. Taksonomi Bloom

Penilaian  hasil belajar sudah biasa dilakukan oleh guru. Instrumen penilaian yang dibuat harus memenuhi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.  Selama ini kita sudah mengenal ranah taksonomi Bloom terutama dalam ranah kognitif. Biasanya penulisan ranah kognitif untuk tahap pengetahuan disingkat C1, tahap pemahaman disingkat C2, tahap penerapan disingkat C3, tahap analisis disingkat C4, tahap sintesis disingkat C5, dan tahap evaluasi disingkat C6. Ranah  taksonomi Bloom sejak tahun 2001 sebenarnya sudah direvisi oleh  Anderson, LW. & Krathwohl, D.R., tetapi pada penerapannya di lapangan umumnya masih menggunakan ranah kognitif taksonomi Bloom  yang lama. Perbedaan taksonomi Bloom lama dengan yang baru  menurut  Anderson, LW. & Krathwohl, D.R. dalam Atherton J S.  (2011),  tertera pada Tabel  2.2 berikut ini.

Tabel  2 Taksonomi Bloom Lama dan Taksonomi Bloom Revisi

Taksonomi Bloom Lama Taksonomi Bloom Revisi
Pengetahuan Mengingat
Pemahaman Memahami
Penerapan Menerapkan
Analisis Menganalisis
Sintesis Mengevaluasi
Evaluasi Mencipta / Mencipta

Perbedaan taksonomi lama dengan yang baru tersebut salah satunya adalah terletak pada tahap kognitif sintesis. Pada taksonomi hasil revisi tahap sintesis digabung dengan tahap analisis. Tambahan tahap kognitif pada taksonomi Bloom yang baru adalah mencipta yang berasal dari Creating.  Tahap evaluasi menjadi urutan kelima, sedangkan urutan keenam adalah creating, sehingga ranah tertinggi adalah mencipta atau mengkreasikan.  Perbedaan yang kedua adalah pada proses kognitif  paling rendah yaitu pengetahuan atau knowledge diubah menjadi mengingat yang berasal dari remember.Dalam hal iini, ada peningkatan dalam proses kognitif yaitu peserta didik tidak dituntut untuk mengetahui suatu konsep saja tetapi harus sampai mengingat konsep yang dipelajarinya. Dan perbadaan lainnya adalah pada taksonomi Bloom revisi kata kerjanya lebih operasional.

Tahap berpikir yang sesuai dengan HOTS  dilihat dari ranah kognitif taksonomi Bloom yang lama  berada pada level analisis, sintesis dan evaluasi, sedangkan pada  taksonomi yang baru tahap berpikir yang sesuai dengan HOTS sampai dengan mengkreasikan/mencipta.   Perbedaan level  taksonomi Bloom yang lama dengan yang baru tertera pada gambar  2.1 berikut ini.

Taksonomi Bloom Lama
Taksonomi Bloom Revisi

              Gambar  1 Taksonomi Bloom Lama dan Taksonomi Bloom Revisi

Untuk menguji keterampilan berpikir peserta didik, soal-soal untuk menilai hasil belajar IPA dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik menjawab soal melalui  proses berpikir yang sesuai dengan kata kerja operasional dalam taksonomi Bloom.   Dengan demikian, peserta didik harus selalu diajak untuk belajar IPA menggunakan proses berpikir untuk menemukan konsep-konsep IPA.

Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Berdasarkan hal itu, soal-soal IPA selain untuk menguji daya ingat, pemahaman, dan penerapan juga dapat menguji peserta didik sampai tingkat HOTS atau dapat menguji proses analisis, sintesis dan evaluasi. Soal-soal ini dapat dirancang guru dengan melihat kata kerja operasional yang sesuai dengan masing-masing ranah kognitif seperti yang tertera pada Tabel 2.3. Misalnya untuk menguji  ranah analisis dari peserta didik pada pembelajaran IPA, guru dapat membuat soal dengan menggunakan kata kerja operasional yang termasuk ranah analisis seperti menganalisis, mendeteksi, mengukur dan menominasikan. Untuk menguji ranah evaluasi, contoh kata kerja operasionalnya adalahmembandingkan, menilai, memprediksi, dan menafsirkan.

Berdasarkan taksonomi Bloom yang lama,kata kerja operasional pada ranah kognitif adalah seperti yang tertera pada Tabel 2.3.

Tabel  3 Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif

Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisis Sintesis Evaluasi
Mengutip

Menyebutkan

Menjelaskan

Menggambar

Membilang

Mengidentifikasi

Mendaftar

Menunjukkan

Memberi label

Memberi indeks

Memasangkan

Menamai

Menandai

Membaca

Menyadari

Menghafal

Meniru

Mencatat

Mengulang

Mereproduksi

Meninjau

Memilih

Menyatakan

Mempelajari

Mentabulasi

Memberi kode

Menelusuri

Menulis

Memperkirakan

Menjelaskan

Mengkategorikan

Mencirikan

Merinci

Mengasosiasikan

Membandingkan

Menghitung

Mengkontraskan

Mengubah

Mempertahankan

Menguraikan

Menjalin

Membedakan

Mendiskusikan

Menggali

Mencontohkan

Menerangkan

Mengemukakan

Mempolakan

Memperluas

Menyimpulkan

Meramalkan

Merangkum

Menjabarkan

Menugaskan

Mengurutkan

Menentukan

Menerapkan

Menyesuaikan

Mengkalkulasi

Memodifikasi

Mengklasifikasi

Menghitung

Membangun

Membiasakan

Mencegah

Menentukan

Menggambarkan

Menggunakan

Menilai

Melatih

Menggali

Mengemukakan

Mengadaptasi

Menyelidiki

Mengoperasikan

Mempersoalkan

Mengkonsepkan

Melaksanakan

Meramalkan

Memproduksi

Memproses

Mengaitkan

Menyusun

Mensimulasikan

Memecahkan

Melakukan

Mentabulasi

Menganalisis

Mengaudit

Memecahkan

Menegaskan

Mendeteksi

Mendiagnosis

Menyeleksi

Merinci

Menominasikan

Mendiagramkan

Megkorelasikan

Merasionalkan

Menguji

Mencerahkan

Menjelajah

Membagankan

Menyimpulkan

Menemukan

Menelaah

Memaksimalkan

Memerintahkan

Mengedit

Mengaitkan

Memilih

Mengukur

Melatih

Mentransfer

Mengabstraksi

Mengatur

Menganimasi

Mengumpulkan

Mengkategorikan

Mengkode

Mengombinasikan

Menyusun

Mengarang

Membangun

Menanggulangi

Menghubungkan

Menciptakan

Mengkreasikan

Mengoreksi

Merancang

Merencanakan

Mendikte

Meningkatkan

Memperjelas

Memfasilitasi

Membentuk

Merumuskan

Menggeneralisasi

Menggabungkan

Memadukan

Membatas

Mereparasi

Menampilkan

Menyiapkan Memproduksi

Merangkum

Merekonstruksi

Membandingkan

Menyimpulkan

Menilai

Mengarahkan

Mengkritik

Menimbang

Memutuskan

Memisahkan

Memprediksi

Memperjelas

Menugaskan

Menafsirkan

Mempertahankan

Memerinci

Mengukur

Merangkum

Membuktikan

Memvalidasi

Mengetes

Mendukung

Memilih

Memproyeksikan

Ada beberapa kata kerja operasional yang sama pada beberapa ranah kognitif, seperti yang dapat Anda lihat pada Tabel 3.Contohnya “menjelaskan” pada tahap pengetahuan dan “menjelaskan” pada tahap pemahaman, demikian juga “menyimpulkan” pada tahap analisis dan “menyimpulkan” pada evaluasi. Perbedaan ini dapat dilihat dalam bentuk soal pengujiannya.

Bagaimana dengan taksonomi Bloom hasil revisi? Revisi taksonomi Bloom dipublikasikan pada Tahun 2001. Dalam revisi ini ada beberapa perubahan dari taksonomi yang lama, yaitu level berpikir pada ranah kognitif dari kata benda menjadi kata kerja seperti “pengetahuan” atau recall menjadi “mengingat”, “pemahaman” menjadi “memahami”. Masing-masing masih diurutkan secara hierarkis, dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi analisis saja. Kata kerja operasional pada taksonomi Bloom revisi tertera pada Tabel 4.

Tabel  4. Kata Kerja Operasional pada ranah kognitif Taksonomi Bloom Revisi

Mengingat Memahami Menerapkan Menganalisis Mengevaluasi Mengkreasi
mengurutkan

menjelaskan mengidentifi-kasi

menamai menempatkan

mengulangi  menemukan- kembali

menafsirkan

meringkas

mengklasifi-kasikan membanding-kan

menjelaskan membeberkan

melaksanakanmenggunakanmenjalankan melakukan

mempraktekan

memilih menyusun

memulai

menyelesaikan

mendeteksi

menguraikan

membandingkan mengorganisir menyusun ulang

mengubah- struktur

mengkerangkakan

menyusun- outline mengintegrasikan membedakan menyamakan

menyusun- hipotesi mengkritik memprediksi

menilai

menguji membenarkan

menyalahkan

merancang membangun merencanakan memproduksi

menemukan

membaharui

menyempurnakan

memperkuat

memperindah menggubah